Posted by: lloni | 22 Jun 2016

Tok Jerulong

Muhammad Sa’id b. Muhammad al-Kalantani (1868-1939)

Popular Name(s): Tok Jerulong

Origin:

Location(s):

Biographical Details: b. 1285/1868, in kawasan Sekolah Kebangsaan Salor sekarang. He was the second of nine children. d. Sabtu, 23 Rabi al-awwal 1358 AH [13 May 1939 CE]. He began his studies of al-Qur’an in Kampung Tok Shaykh, near his home. After the death of his first teacher, he went to study with at Pondok Sungai Pinang. In 1882, he went to Kota Bharu, where he studied for a few years. In 1304/1886, he embarked for Mecca to continue his education. He later returned and taught in Kampung Jerulong 1914-20, where he mainly drew students from Perak, Pahang, and Johor.

Teachers:

  1. Haji Diman, in Kampung Tok Shaykh, that was near his home, who taught him al-Qur’an.
  2. Tuan Guru Haji Awang Muhammad Zayn at Jalan Atas Paloh, 1882
  3. Tok Wan ‘Ali Kutan (1837-1913)
  4. TGH Muhammad Salih Salor b. Haji ‘Abd Allah, teacher of al-Quran, who d. c. 1908, and who was father of Haji ‘Abd al-Rahman Hafiz, Imam Pasir Pelangi di negeri Johor (who was imam for Sultan ‘Ibrahim Johor, and who d. in 1963 at age 72, and was buried at Mahmoodiah, Johor Bharu).
  5. Shaykh Ahmad b. Muhammad Zayn al-Fatani (1856-1908)
  6. Tok Gudang, d. beginning of 1915, tasawwuf
  7. Shaykh Nik Mat Kecik Patani (1844-1915)
  8. Sayyid ‘Abd Allah b. Muhammad Salih al-Zawawi
  9. Shaykh Muhammad Hasb Allah b. Sulayman, in Ma‘ala
  10. Tok Tazkir (full name unknown), in Telaga Zamzam
  11. Tok Senggora, (c. 1850-1930), al-Qur’an
  12. Pak Cik Wan Daud Patani (1866-1936), ‘usul al-din, Arabic

Students:

  1. Tok Kerawat (Haji ‘Abd Allah b. Haji ‘Omar), Pangkal Nering, d. 11 Aug 1932
  2. Haji Wan ‘Abd al-Majid b. Wan Kamal, Iman Paya, d. c. 1939
  3. Tuan Guru Haji Ahmad b. Muhammad Zayn, Imam Langgar, father of Tuan Guru Haji ‘Abd Allah Tahir, Bunat Payong, d. c. 1940
  4. Tuan Guru Haji Che Leh Salor (Muhammad Salih b. Haji Hassan), d. 22 Dec 1941
  5. Haji ‘Abd al-Qadir b. Haji ‘Omar, Imam Kerawang, d. 22 Feb 1947
  6. Pak Nik Haji Wan Ahmad b. Wan Lebar, Pengkalan Kubor, Kota Bharu, d. 26 Seo 1957
  7. Tuan Guru Haji Ahmad b. Haji Ta’ib, Pasir Pekan Hilir, d. 10 Oct 1973
  8. Haji Ahmad b. Haji Che Mahmud, Kampung Limau Hantu, Macang
  9. Tuan Guru Pak Nik Awang b. Awang Sungai, Tebing Serah Salor, d. 1946
  10. Haji ‘Abbas b. Haji Diman, Kampung Tok Sheikh, Salor, d. akhir 1953
  11. Tuan Guru Lebai Deraman b. Pak Cu Mamat Salor, Pondok Pohon Celagi, bandar Pasir Mas, d. c. 1952
  12. Tuan Guru Pak Da Haji Che Man (‘Abd al-Rahman b. Haji ‘Abd al-Samad), Pondok Lubok Kawah, Temerloh, Pahang, d. 1955
  13. Tuan Guru Haji Awang b. Yusuf, Kampung Serendah, Kota Bharu, d. 1974
  14. Lebai Pak Da Mat San b. Haji Ahmad, Kampung Jerulong, Salor, his brother-in-law
  15. Haji Ta’ib b. Haji ‘Abbas, Hutan Pasir, d. 21 Jul 1977, his son-in-law
  16. Haji Pak Cu Sa’d b. ‘Abd al-Qadir, Kampung Sat, Tanah Merah, d. 1977/8, in Mecca
  17. Wak Da’ud b. Haji Hussayn, Kampung Becah, Tendong, Pasir Mas, d. 29 Sep 1981
  18. Pak Nik Haji Hamzah b. ‘Abd al-Rahman, Gertak Lembu, Salor, d. 26 Dec 1983

Writing(s):

References:

  1. Daud, Ismail Che. “Tok Jerulong (1868-1939), in Tokoh-tokoh Ulama’ Semenanjung Melayu, vol. 1, 3rd ed., 399-412. Kota Bharu: Majlis Ugama Islam dan Adat Istiadat Melayu Kelantan, 2001.

 

Source – Patani Studies
Posted by: lloni | 20 November 2015

Bangsa Nusantara sebagai Keturunan Nabi Ibrahim AS

Bangsa Nusantara sebagai Keturunan Nabi Ibrahim AS (Brahma/Bromo?) ?

peta

Bismillahirrahmanirrahim…

“..Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan [768] yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.(Q.S Ar-Ra’d: 11)

Berawal dari kisah Kobil dan Habil yang merupakan keturunan langsung dari Nabi Adam AS maka proses penyebaran penduduk bumi ini yang disebut sebagai khalifah telah melalui proses yang sangat panjang sekali (Q.S Al Maidah : 27)

Tetapi dari cerita di atas ternyata ada sebuah kisah dan hikmah yang nyaris tidak pernah dipublikasikan kepada umum dikarenakan sumbernya yang masih berdasarkan cerita turun temurun dari nenek moyangnya.

Alkisah dahulu kala Nabi Adam AS beserta Hawa setiap melahirkan anak yang selalu “kembar” laki-laki dan perempuan.

Hingga akhirnya dari 3 anak laki-lakinya (beserta istrinya ; dengan cara kawin silang antar saudara) tersebut diperintahkan untuk mengisi masing-masing negeri yang masih kosong.

  • Satu anaknya yang pertama mendiami daratan Afrika.
  • Satu anaknya yang kedua mendiami daratan Arabia.
  • Dan yang ketiga mendiami daratan Asia (tanah jawa).

Dalam kisah tersebut diceritakan bahwa diantara anaknya yang paling “CERDAS” itu tiada lain bernama Nabi Sis AS ditunjuk untuk menempati daerah yang disebut sebagai tanah Jawi.

Beliau inilah yang merupakan cikal bakal nenek moyang kita yang diturunkan di tanah JAWA ini.

Sebagai seorang Nabi beliau selalu mengemban tugas untuk saling memperingatkan kaumnya  satu dengan yang lainnya untuk saling berbagi rezeki dan mempersembahkan Kurbannya “hanya” untuk Allah SWT sebagai tanda ujud syukur atas ketaqwaannya sebagai pemimpin di tanah jawa ini.

Selain itu, sifatnya Nabi Sis AS yang lembut, sopan santun dan berilmu tinggi serta diberikan kecerdasan yang sangat luar biasa oleh Allah menjadikan beliau ini selalu menghasilkan hal-hal yang bersifat baru dan berteknologi sangat tinggi dan akurat untuk kurun waktu / masa saat itu.

Hal ini dtandai dengan penemuannya tentang caranya bercocok tanam yang baik dengan memperhatikan musim yang bersadarkan pada perhitungan bintang (Falak), pembuatan tempat persembahan berbentuk Piramida untuk Tuhannya (baik berupa binatang maupun hasil bumi) maupun bagaimana memproses tanah (logam) menjadi sebuah benda yang dapat dipergunakan untuk keperluan hidup sehari-hari (Nujum).

Itulah keistimewaan Nabi Sis AS dengan kelemah-lembutannya, kepekaan sosialnya yang tinggi serta kecerdasannya yang luar biasa akhirnya sama penduduknya digambarkan sebagai seorang ‘SEMAR’.

Kata ini di ambil dari kata “samiri” yang artinya samar-samar / kasat mata karena beliau sehari-hari laku / kerjanya hanya beribadah kepada Tuhannya.

Tiada laku hidupnya hanya untuk dipersembahkan kepada Tuhannya saja, tidak lebih.

Makanya emas, perak, dan semua perhiasan maupun hasil bumi yang melimpah di bumi jawa  ini hanya sebagai “sarana” saja untuk menuju ketakwaan kepada Tuhannya.

Dilain sisi, dengan kecerdasannya yang sangat tinggi itu melahirkan bangunan kota modern yang tersistematis dengan desa-desa beserta irigasinya yang tertata rapi serta tata kota pemerintahan berada dipusatnya (epicentrum).

Inilah negeri yang selama ini disebut sebagai negeri Atlantis yang telah hilang itu (Arysio Santos – The Lost Continent Finally Found).

peta1

Negeri peradaban dunia yang banyak dicari orang selama ini.

Tetapi seiring dengan perkembangan waktu di negeri Atlantis ini,  alam “Raksasa” (Gunung Toba dan Gunung Krakatau) mulai menunjukkan tanda-tanda “saat”nya sudah mahu tiba.

peta2

Maka berbondong-bondonglah sebagian besar penduduknya dengan menggunakan perahu Raksasa menaiki itu kapal dan meninggalkan negeri Atlantis menuju negeri asing lainnya.

Hingga “saat” itu benar-benar terjadi yaitu dengan meletusnya gunung Toba yang konon diameter kawahnya sekitar 50 km meledak, mendesak magma ke segala arah lalu meledakkan gunung Krakatau juga dan membumi hanguskan semua yang ada disekitarnya, membuat dunia gelap gulita selama 100 tahun lamanya serta mencairkan lapisan ais yang menutupi daratan yang sekarang disebut benua Eropah itu.

Begitu juga air laut-pun naik hingga mencapai 200 meter ! menenggelamkan lembah-lembah pertanian yang subur dulu menjadi sebuah lautan.

Seiring berakhirnya masa “Banjir” bandang sedunia itu maka para khalifah yang baru inipun mulai berpencar ke seantero daratan yang “baru” seperti bumi eropa, amerika, arabia  maupun afrika.

Dinegeri baru  inilah mereka mengajarkan ilmunya kepada penduduk lokal sebagai rasa sumbangsihnya terhadap daratan yang baru dihuninya.

Berhubung mereka ini termasuk ummat-nya yang paling cerdas maka lambat laun mulai ramailah peradaban baru ditanah yang baru ini. Tapi mereka juga tak luput menceritakan asal usul tanah kelahirannya yang nun jauh di seberang dalam berbagai ragam kisah yang unik yang termaktub dalam berbagai kitab para nabi-nabi / pujangga sesudahnya.

Wallaahu Alam… 

Jadi seandainya seluruh penduduk dunia ini disuruh tinggal di bumi Nuswantoro ini maka mereka akan “betah” dan merasa tidak asing, mengapa ? jawabnya ya karena sebetulnya nusantara terutama tanah jawi ini merupakan ‘MOTHER HOME” city untuk seluruh ummatnya Nabi Adam AS.

Kalaupun ada yang mengklaim bahwasanya Bani Israel itu adanya hanya di negeri Arab, itu juga tidak salah, karena nenek moyang kita juga menyebar kesana. Tapi kalau kita ingat dan berasa sebagai bangsa yang terbelakang maka jawabannya nanti dulu…

Karena kitalah sesungguhnya RAS PALING UNGGUL diseluruh dunia ini.

Kadang dengan kecerdasan kita yang MasyaAllah menjadikan kita saling menyalahkan satu dengan yang lainnya. Saling beradu mulut, adu gengsi, dan seterusnya. Dan tidak akan diketemukan dinegeri manapun dimuka bumi ini kecuali di nusantara.

Itulah ciri negeri para FILSAFAT yang “ADA” dan “BERADA” sebelum negeri-negeri “Teknologi” maupun negeri KEYAKINAN” saling bermunculan di bumi ini.

Di dalam Mitologi Jawa diceritakan bahwa salah satu leluhur Bangsa Sunda (Jawa) adalah Batara Brahma atau Sri Maharaja Sunda, yang bermukim di Gunung Mah…era.

Selain itu, nama Batara Brahma, juga terdapat di dalam Silsilah Babad Tanah Jawi.
Di dalam Silsilah itu, bermula dari Nabi Adam yang berputera Nabi Syits, kemudian Nabi Syits menurunkan Sang Hyang Nur Cahya, yang menurunkan Sang Hyang Nur Rasa. Sang Hyang Nur Rasa kemudian menurunkan Sang Hyang Wenang, yang menurunkan Sang Hyang Tunggal. Dan Sang Hyang Tunggal, kemudian menurunkan Batara Guru, yang menurunkan Batara Brahma.
Berdasarkan pemahaman dari naskah-naskah kuno bangsa Jawa, Batara Brahma merupakan leluhur dari raja-raja di tanah Jawa.

kemungkinan nabi Sis A.S adlh nabi syit..

Dalam bahasa Jawi Kuno, arti jawa adalah moral atau akhlaq, maka dalam percakapan sehari-hari apabila dikatakan seseorang dikatakan : “ora jowo” berarti “tidak punya akhlaq atau tidak punya sopan santun”,
Menurut “mitologi jawa” yang telah menjadi cerita turun temurun, bahwa asal usul bangsa Jawa adalah keturunan BRAHMA DAN DEWI SARASWATI dimana salah satu keturunannya yang sangat terkenal dikalangan Guru Hindustan (India) dan Guru Budha (Cina) adalah Bethara Guru Janabadra yang mengajarkan “ILMU KEJAWEN”. Sejatinya “Ilmu Kejawen” adalah “Ilmu Akhlaq” yang diajarkan Nabi Ibrahim AS yang disebut dalam Alqur’an “Millatu Ibrahim” dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam wujud Alqur’an dengan “BAHASA ASLI (ARAB)”, dengan pernyataannya “tidaklah aku diutus, kecuali menyempurnakan akhlaq”.

Dalam buku kisah perjalanan Guru Hindustan di India maupun Guru Budha di Cina, mereka menyatakan sama2 belajar “Ilmu Kejawen” kepada Guru Janabadra dan mengembangkan “Ilmu Kejawen” ini dengan nama sesuai dengan asal mereka masing2, di India mereka namakan “Ajaran Hindu”, di Cina mereka namakan “Ajaran Budha”.dan ditimur tengah Islam Dalam sebuah riset terhadap kitab suci Hindu, Budha ,Injil dan Alqur’an, ternyata tokoh BRAHMA sebenarnya adalah NABI IBRAHIM, sedang DEWI SARASWATI adalah DEWI SARAH yang menurunkan bangsa2 selain ARAB. sedangkan dalam bahasa Ibrani ABRAHAM.,

Adakah Brahma adalah Nabi Ibrahim?

Terkadang merupakan peristiwa sejarah. Akan tetapi, peristiwa tersebut menjadi kabur, ketika kejadiannya di lebih-lebihkan dari kenyataan yang ada.

Mitos Brahma sebagai leluhur bangsa-bangsa di Nusantara, boleh jadi merupakan peristiwa sejarah, yakni mengenai kedatangan Nabi Ibrahim untuk berdakwah, dimana kemudian beliau beristeri Siti Qanturah (Qatura/Keturah), yang kelak akan menjadi leluhur Bani Jawi (Melayu Deutro).

Dan kita telah sama pahami bahwa, Nabi Ibrahim berasal dari bangsa ‘Ibriyah, kata ‘Ibriyah berasal dari ‘ain, ba, ra atau ‘abara yang berarti menyeberang. Nama Ibra-him (alif ba ra-ha ya mim), merupakan asal dari nama Brahma (ba ra-ha mim).

Jadikan semua perbedaan yang ada ini sebagai satu kekuatan nasional yang dahsyat untuk membangun jati diri bangsa ini menggapai mercusuar dunia yang tidak lama lagi ada dihadapan kita.

ingatlah wahai kaum bani jawi! dulu kamu pernah jaya. Kini ibumu Keturah telah memanggilmu.
Baiklah aku mengalah, dengarkan lagi ceritaku sekedar usaha menyadarkan, wahai bani jawi ….. carilah tentang siapa dirimu? dari mana kamu berasal? ini semua aku lakukan agar kamu teringat kembali akan asal-usulmu ….. aku menangis meraung-meraung melihat kamu tertidur bagaikan mayat …. ya bagaikan mayat berjalan.

Bangunlah dari tidurmu, jika kamu bangun aku percaya pasti kamu akan ingat akan“hirup” dan “ngahuripkeun” tali Allah, itulah keadaanmu dulu mengemban amanah leluhur kita nabi ibrahim a.s. …. itulah janjimu “hidup” di dunia ini, jika keadaanmu telah “hidup” kamu akan seperti nama ibumu Keturah yg selalu harum mewangi selamanya ……

WASIAT RAHSIA NABI IBRAHIM A.S.

Nb ibrahim a.s. bapak para nabi, mempunyai 3 (tiga) istri yaitu Siti Sarah, Siti Hajar dan Siti Qanturah (Qatura/Keturah). Sarah melahirkan Ishak (Isaac), Hajar (Hagar) melahirkan Ismail (Ishmael) dan Keturah melahirkan 6 (enam) org anak yaitu Zimran, Jakshan, Medan, Midian, Ishbak dan Shuah.

“Now the sons of Keturah, Abraham’s wife:she bare Zimran, and Jokshan, and Medan, and Midian, and Ishbak, and Shuah. And the sons of Jokshan; Sheba, and Dedan.” (Genesis 1:32)

 Silsilah  Bani Jawi

Keturah

Dari istri Keturah lahir bani jawi, agama jawi adalah agama nabi Ibrahim a.s. dan dari sinilah kelak akan lahir SP/RA/al-mahdi. Fitnah telah terjadi thdp istri2 nb Ibrahim a.s., hanya Sarah sj yg disebut istri. sedangkan Hajar dan Keturah disebut gundik. Rahasia terbuka, ternyata Siti Hajar yg difitnah sbg budak ternyata adalah putri Firaun yg dihadiahkan kpd Nabi Ibrahim a.s. untuk menebus rasa bersalah Firaun ketika berkali2 ingin memperkosa Siti Sarah semasa nb Ibrahim a.s. & Siti Sarah dalam tahanan. Dengan kuasa Allah swt setiap kali Firaun datang hendak berbuat senonoh memperkosa Siti Sarah, perbuatannya selalu terhalang secara aneh berkat doa nb Ibrahim a.s.. Dari situlah baru Firaun sadar bahwa nb Ibrahim bukanlah orang sembarangan, beliau orang suci yg harus dihormati. Akibat rasa bersalah yg teramat sangat maka bukan saja Firaun membebaskan kedua2nya tetapi malah menghadiahkan kpd mereka dgn seorang perempuan muda yg tertutup wajahnya sbg “kifarat” dan hadiah kpd Nabi Ibrahim. Rahsia perempuan muda ini terbongkar ketika berjalan pulang dimana nb Ibrahim membuka tutup kepala perempuan itu sambil mempertanyakan asal-usulnya. Alangkah terkejutnya Nabi Ibrahim dan Siti Sarah mendengar pengakuan bahwa dia adalah anak perempuan Firaun, dia seorang putri raja agung. Tersentuh hati nb Ibrahim sambil berucap rasa syukur kpd Allah swt yg hendak berkehendak menjaga keturunan sebaik-baiknya. Jadi keturunan nb Ibrahim yg bernama Ismail yg turun kpd nb Muhammad saw adalah keturunan raja dari raja yg agung Firaun yg pengaruhnya melewati Anatolia dan Kanaan ketika itu (Firaun ini berbeza dgn Firaun pada zaman nabi Musa, karena Firaun ini hidup lebih lama dari Ramses II kerana sezaman dgn Nabi Ibrahim a.s.).
Pada jaman nabi Ibrahim tidak ada bangsa yg disebut sbg Yahudi dan sesungguhnya nabi Ibrahim bukanlah seorang Yahudi, beliau berasal dari satu kaum purba yg sezaman dgn bangsa Hittites yg telah ghaib dan bangsa misteri di mesir (Firaun tadi) yg mungkin mewarisi rahasia piramid  dan teknologi canggih zaman itu kpd bangsa Qibti yg menjadi pemerintah setelah itu termasuk Ramses II di jaman nb musa a.s. Al-Qur’an surah Ali Imran 65-68 :

“Wahai ahli-ahli kitab! mengapa kamu berani berbantah-bantahan tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim, apakah kamu tidak berfikir?
Beginilah kamu, kamu ini bantah-bantahan ttg hal yg kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah membantah ttg hal yg tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yg lurus lagi berserah diri dan sekali-sekali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musrik

Siapakah istri ke-3 yg bernama Keturah yg melahirkan bangsa Mala? atau bani Jawi?
Didalam mitologi jawa, diceritakan bahwa salah satu leluhur bangsa sunda (jawa) adalah Batara Brahma atau Sri Maharaja Sunda yg bermukim di Gunung Mahera.
(Mala itu artinya gunung? bukankah Walwatika & saelendra juga yg dimaksud adalah orang2 gunung? ia ada dimana? ada di tanah nusantara ini?) Kitab al-kamil fial tarikh karya ibnu athir, menyatakan bahwa bani jawi (bangsa sunda, jawa, melayu sumatera, bugis ….. dsb) adalah keturunan nabi ibrahim a.s. Bani Jawi sbg keturunan nb ibrahim semakin nyata ketika baru2 ini penelitian prof. Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) mendapatkan data bahwa di dalam DNA melayu terdapat 27% variant mediterranaen (merupakan DNA bangsa2 EURO-semetik). Variant mediterranaen sendiri tdpt juga dalam DNA keturunan nb ibrahim yg lain spt pd bangsa arab dan bani israil.

BRAHMA ADALAH NB IBRAHIM? . mitos brahma sbg leluhur bangsa2 di nusantara boleh jadi merupakan peristiwa sejarah yakni mengenai kedatangan nb ibrahim untuk berdakwah, dimana kemudian beliau beristri Siti Qanturah (Qatura/Keturah) yg kelak akan menjadi leluhur bani jawi.
Nb Ibrahim berasal dari bangsa ibriyah atau ‘abara yg berarti menyebrang, nama ibrahim merupakan asal dari nama brahma. Beberapa fakta :
# Nabi Ibrahim memiliki istri bernama Sara, sementara brahma pasangannya bernama Saraswati.

# Nabi Ibrahim hampir mengorbankan anak sulungnya Ismail, sementara brahma terhadap anak sulungnya atharva.

# brahma perlambang monotheisme yaitu keyakinan kepada tuhan yang esa (brhaman), sementara itu Nabi Ibrahim adalah rasul yg mengajarkan ke esaan Allah.

# Nabi Ibrahim mendirikan baitullah (kaabah) di Bakkah (Makkah), sementara brahma membangun rumah tuhan agar tuhan di ingat di sana.

Suku jawa sudah sejak dulu menganut monotheisme seperti keyakinan adanya Sang Hyang Widhi atau sangkan paraning dumadi. Selain suku jawa pemahaman monotheisme juga terdapat di dalam masyarakat sunda kuno. Hal ini boleh kita jumpai pada keyakinan sunda wiwitan mereka meyakini adanya Allah Yang Maha Kuasa yg dilambangkan dgn ucapan bahasa “nu ngersakeun” atau disebut juga Sang Hyang Keresa.

Adalah wajar mayoritas bani jawi menerima islam sbg penyempurna ajaran monotheisme (tauhid) yg dibawa leluhur Nabi Ibrahim a.s.

Kita selusuri bait 28 kitab Musarar Jayabaya:

“Prabu tusing waliyullah, kadhatone pan kalih, ing mekah ingkang satunggal, tanah jawi kang sawiji ……………….”

(raja utusan waliyullah berkedaton dua di mekah yg pertama, tanah jawi yg satu ….)

Mungkin cucu cicit gadis misteri Kuturah ini tadi ada di situ? Bangsa Keturah telah bersatu di tanah jawa di tanah yg dijanjikan “the land of the east”. Akan tetapi apakah mrk masih teringat akan amanat nb Ibrahim a.s.?

ajaran Ibrahim janganlah dilupakan, bangsa ini telah lupa ingatan ……………!
wahai bani jawi cobalah ingat2 lagi amanah wasiat terahasia nb Ibrahim, dengarkan !
saat detik-detik nb ibrahim akan menutup mata terakhir! Beliau mengumpulkan anak2 Keturah ……………………..
“Abraham took another wife, whose name was Keturah.She bore him Zimran, Jokshan, Medan, Midian, Ishbak and Shuah.Jokshan was the father of Sheba and Dedan; the descendants of Dedan were the Asshurites, the Letushites and the Leummites.The sons of Midian were Ephah, Epher, Hanoch, Abida and Eldaah. All these were descendants of Keturah.” (Genesis 25:1-4) 

Nabi Ibrahim pun memanggil anak2nya dari Keturah, zimra, jukshan, madyan, ishbak, medan dan shuah pun mengelilingi ayahnda yg sudah sepuh. Mereka semua sudah melewati usia remaja dan tumbuh sbg anak2 yg kuat dan cerdas menuruni kehebatan bapak mereka serta sifat tenang siti keturah wanita misteri dari timur. Nb Ibrahim berpesan kpd mereka suatu PESAN YG TERAMAT PENTING. kelihatan satu persatu air mata mengalir ke pipi pada wajah anak2nya.

Nabi Ibrahim a.s. menjelang menunggu dijemput oleh malaikat maut, terkenang akan masa lalu yg telah ia lalui, dalam hati nb Ibrahim amat bersyukur kpd Allah swt karena memberikan anugrah yg berlimpah2 selepas kehamilan Sarah istri pertama yg sekian lama tidak melahirkan anak dan nyaris dianggap mandul (QS Hud :72).

Ketenangan lebih terasa di wajah nb Ibrahim setelah Siti Sarah tidak lagi menunjukan perasaan cemburu kpd siti Hajar dan anaknya Ismail. Semua misi dan perintah Allah swt telah dijalankan dgn tabah dan bijaksana, seperti berjalan melitasi empayar firaun kuno (Allah swt menakdirkan beliau bertemu dgn istri keduanya yaitu siti Hajar), perdebatan dgn raja Namrud (nimrod), peristiwa di bakar api besar, peristiwa hijrahnya siti Hajar dgn Nb Ismail serta perintah mengorbankan anaknya.

Disaat-saat ajan sudah dekat, Allah swt pun mewahyukan kpdnya untuk melaksanakan satu misi penting sebelum menutup mata di dunia fana ini. SATU MISI TERAHASIA yg hanya terungkap dalam munuskrip kuno yg dicari-cari, yang tersembunyi ………….

“Jika itu yg Allah swt perintahkan kpd ayahanda, kami sanggup melaksanakan, semoga Allah swt memberkati kita semua dengan rahmat dan kasih sayangNya” 

Nabi Ibrahim tersentak dari lamunannya takkala mendengar seorang anaknya berkata demikian. Lega hati nabi Ibrahim demi mendengar kata2 anak2nya, satu persatu menyatakan KESANGGUPANNYA melaksanakan perintah Allah swt, maka Nb Ibrahim pun bangkit dari tempat duduknya. Beliau kelihatan MENGAMBIL SESUATU …… anak2nya berpandangan satu sama lainnya. APA YG INGIN DILAKUKAN OLEH AYAHNDA MEREKA?

“Abraham left everything he owned to Isaac.But while he was still living, he gave gifts to the sons of his wife and sent them away from his son Isaac to the land of the east” (Genesis 25:5-6)

Nb Ibrahim pun MEMBERIKAN SESUATU yg amat BERHARGA kepada anak2nya, SESUATU YG MENJADI RAHASIA KPD KETURUNAN KETURAH. KUNCI-KUNCI RAHASIA PERMATA-EMAS atau MEWARISKAN PUSAKA (KERIS) juga sebagai tanda menunjukan mrk adalah keturunan nb Ibrahim “patriach” bertaraf rasul yg bergelar kekasih Allah swt. RAHASIA YG DICARI-CARI DIBURU DAN DI IDAM2KAN KAWAN DAN LAWAN.

Musarar Jayabaya (asmarandana) no.10.
Ecis wesi udharati, ing tembe ana maulana, pan cucu rasul jatine, alunga mring tanah jawa, nggawa ecis punika, kinarya dhuwung puniku, dadi punden bekel jawa”

(sejata pusaka keris berguna untuk mengatasi masalah, kelak kemudian hari ada maulana, masih cucu rasul yg mengembara sampai ke pulau jawa membawa pusaka tsb kelak menjadi cikal bakal tanah jawa)

“…sent them away from his son Isaac to the land of the east.” (Genesis 25:6 New International Version)

maka mereka anak2 Keturah bergerak ke arah timur … melintasi padang pasir dan kota-kota Akkadia-Babilon, di suatu tempat mereka pun berhenti dan membincangkan sesuatu, melaksanakan perintah Allah swt yg diwariskan oleh ayahnda mereka dibaca kembali satu persatu. mereka pun berdiskusi dan kelihatannya mereka berpencar menjadi dua.

Diatas adalah petikan dari kitab kejadian dan kitab injil yg merupakan penyimpanan rahasia terbesar berkenaan satu bangsa yg berkerak ke timur dunia bagi pengembangan keturunan manusia seperti yg diperintahkan Allah swt.Bangsa terahasia inilah yg merupakan PEMEGANG RAHASIA AKHIR JAMAN, SEKALIGUS YG MENJADI SUMBER ALTER TERAHASIA BANGSA MISTERI.

Apakah yg dimaksud ALTER?

alter (kemampuan spritual luar biasa yg menakjubkan) selalu tersembunyi dibelakang personaliti utama yg membayang2i alter2 tersembunyi di belakang personaliti utama yg membayangi alter2 tadi. ttp apabila subyek berada dalam keadaan tertentu dimana personaliti utama tidak mampu menangani, alter ini akan tiba2 muncul dan bereaksi (menakjubkan), maka subyek td akan berubah menjadi alter lain berbeda dari alter utama (personaliti utama). Alter inilah yg tersembunyi didalam setiap orang bani jawi YANG KENAL DIRINYA, ASAL USULNYA DAN SIAPA DIRINYA YG SEBENARNYA?

Kini mereka keturunan Keturah telah sampai ditempat yg dimaksud, mereka bertemu kembali dan berpeluk-pelukan dan merayakan kemenangannya telah menemukan benua yg dijanjikan. Kerena kelelahan mereka tertidur panjang, istirahat dengan lelapnya. tanpa ada yang mengganggu. bangsa yg hilang tetap tersembunyi. AJARAN IBRAHIM MAKIN BANYK DILUPAKAN, TIADA SIAPA LAGI YG MENGETAHUI TTG TUHAN YG MAHA ESA ………

Akan tetapi generasi bangsa jawi yg tumbuh tetap mencari Tuhan di tanah Jawi, datanglah Hindu, Budha, Islam ….. telah menemui sesuatu yg hilang sejak ribuan tahun silam, mengingatkan wahyu warisan dari ayahnda nabi Ibrahim a.s. …maka tdk heranlah klo masyarakt Indonesia menerima islam karena nenek moyang kita mengajarkan MONOTAISME…
Kemudian datang UJIAN …… datang imperalis Portugis, Belanda, Inggris …… nusantara sebagai bangsa Mala yg dulunya bersatu telah cerai berai terbelah belah ………

Dalam bait Uga Wangsit Siliwangi:”Mingkin hareup mingkin hareup, loba buta nu baruta, naritah deui nyembah berhala. Laju bubuntut salah nu ngatur, panarat pabeulit dina cacadan; da nu ngawalukuna lain jalma tukang tani. Nya karuhan: taraté hépé sawaréh, kembang kapas hapa buahna; buah paré loba nu teu asup kana aseupan. Da bonganan, nu ngebonna tukang barohong; nu tanina ngan wungkul jangji; nu palinter loba teuing, ngan pinterna kabalinger.”

  • ”Semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli, memerintah sambil menyembah berhala. Lalu anak-anak muda salah pergaulan, aturan hanya menjadi bahan omong­an, karena yang membuatnya bukan orang yang mengerti aturan itu sendiri. Sudah pasti: bunga teratai hampa sebagian, bunga kapas kosong buahnya, buah pare banyak yang tidak masuk kukusan. Sebab yang berjanjinya banyak tukang bohong, semua diberangus janji-janji belaka, terlalu banyak orang pintar, tapi pintar keblinger.”

Mangan ora mangan asal kumpul katanya setelah di jajah oleh imperalis, menjadi bangsa yg tidak bersemangat. Layu … Dimanakah alter terahasia bangsa jawi? dimana?

Bangsa terbaik, agama terbaik …… apabila bangsa ini menghayati agama sendiri, maka akan terangkatlah ALTER TERAHASIA BANGSA JAWI.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (Al Hujuraat : 13.)

“..Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan [768] yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.(Q.S Ar-Ra’d: 11)

Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Tuhan, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.(Q.S.Ar-Ra’d :18)

Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,.(Q.S.Ar-Ra’d :19)

yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian..(Q.S.Ar-Ra’d :20)

“Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) do`a yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya [769]. Dan do`a (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka…(Q.S.Ar-Ra’d :14)

Q.S.Al-Baqarah(2):213:”Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.”

Q.S.AL-Maaidah(5):48 :”Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur`an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian [421] terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu [422], Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat(saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu

Asal kata Nama Indonesia

mungkin masih ada yang penasaran tentang asal kata nama INDONESIA…

Catatan masa lalu menyebut kepulauan di antara Indocina dan Australia dengan aneka nama.
Kronik-kronik bangsa Tionghoa menyebut kawasan ini sebagai Nan-  hai (“Kepulauan Laut Selatan”).
Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (“Pulau Emas”, diperkirakan Pulau Sumatera sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.
Bangsa Arab menyebut wilayah kepulauan itu sebagai Jaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan, benzoe, berasal dari nama bahasa Arab, luban jawi (“kemenyan Jawa”), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatera. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil ”orang Jawa” oleh orang Arab, termasuk untuk orang Indonesia dari luar Jawa sekali pun. Dalam bahasa Arab juga dikenal nama-nama Samathrah (Sumatera), Sholibis (Pulau Sulawesi), dan Sundah (Sunda) yang disebut kulluh Jawi (“semuanya Jawa”).
Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari orang Arab, Persia, India, dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah Hindia. Jazirah Asia Selatan mereka sebut ”Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai ”Hindia Belakang”, sementara kepulauan ini memperoleh nama Kepulauan Hindia (Indische Archipel, Indian Archipelago, l’Archipel Indien) atau Hindia Timur (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang kelak juga dipakai adalah  ”Kepulauan Melayu” (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l’Archipel Malais).
Unit politik yang berada di bawah jajahan Belanda memiliki nama resmi  Nederlandsch-Indie (Hindia-Belanda). Pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur) untuk menyebut wilayah taklukannya  di kepulauan ini.
Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah memakai nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan Indonesia, yaitu Insulinde, yang artinya juga ”Kepulauan Hindia” (dalam bahasa Latin insula berarti pulau). Nama Insulinde ini selanjutnya kurang populer, walau pernah menjadi nama  surat kabar dan organisasi pergerakan di awal abad ke-20.

Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjana  hukum dari Universitas Edinburgh.

Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.

Dalam JIAEA volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl  menegaskan bahwa sudah tiba  saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu  untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah  tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama:

Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis.

Sumber Petikan: ahmadsaman

 

 

 

Posted by: lloni | 13 Ogos 2015

Pembuktian HABIB melalui DNA ?

Pada masa sekarang, kita sering mendengar pengakuan dari seseorang sebagai keturunan Rasulullah (Nabi Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib). Di depan nama mereka, biasanya ada tambahan kata Habib, Sayyid atau Syarif.

Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, klaim seperti ini bisa dibuktikan melalui pembuktian ilmiah, yaitu dengan Tes DNA.


Makna DNA dan Y-DNA Abdul Muthalib

DNA merupakan singkatan dari Deoxyribonucleic Acid, yang merupakan molekul yang mengkode sifat genetik suatu organisme. Ketika manusia melakukan proses reproduksi, akan ada penggabungan antara DNA ayah dan ibu. Nantinya DNA ini akan terus diturunkan kepada keturunan selanjutnya (sumber : argaaditya.com).

 

https://kanzunqalam.files.wordpress.com/2015/04/dna-prophet.jpg

Khusus untuk DNA ayah, ada istilah Y-DNA yaitu kode genetik yang diturunkan dari seorang ayah kepada anak laki-lakinya.

Berdasarkan Sirah Nabi, Rasulullah memiliki puteri bernama Sayyidatuna Fatimah az-Zahra, yang merupakan istri dari Sayyidina Ali bin Abu Thalib bin Abdul Muthalib.

Melalui keluarga Sayyidina Ali inilah Rasulullah memiliki 2 (cucu) laki-laki, bernama Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein, yang menjadi leluhur Zuriat Rasulullah pada masa sekarang.

Saat ini telah ditemukan Y-DNA dari kakek Rasulullah dan Sayyidina Ali, yaitu  Abdul Muthalib dengan kode (L859) (sumber : isogg.org)

https://kanzunqalam.files.wordpress.com/2015/04/dna-prophet.jpg
Ditemukannya Y-DNA (L859) pada diri seseorang, belum pasti ia adalah keturunan Rasulullah. Hal ini dikarenakan, Abdul Muthalib memiliki beberapa anak laki-laki lainnya, yang juga mewarisi Y-DNA tersebut.

Nama anak laki-laki Abdul Muthalib (Sumber : klikuk.com) :
1. Abdullah (ayah Nabi Muhammad)
2. Abu Thalib (ayah Sayyidina Ali)
3. Al Abaas
4. Al Haarits
5. Az Zubair
6. Hamzah
7. Abu Lahab

Namun seorang yang mengaku sebagai keturunan Rasulullah, sudah seharusnya memiliki kode DNA ini. Dan melalui Tes DNA ini, setidaknya bisa memberi tambahan bukti secara ilmiah, bagi nasab seseorang, selain bukti yang bersifat tertulis sebagaimana yang berlaku selama ini.

Wallahu’alam.

Suatu petikan dari Kanzulkalam

Posted by: lloni | 2 Ogos 2012

Roh diingati dengan bacaan al-Fatihah

Roh diingati dengan bacaan al-Fatihah

DIRIWAYATKAN jika roh sudah keluar dari tubuh manusia dan selepas tiga hari, maka roh itu berkata: “Wahai Tuhanku, perkenankanlah aku sehingga aku berjalan dan melihat tubuhku yang dulu aku berada di dalamnya.”

Maka, Allah memperkenankan kepadanya. Lalu dia datang ke kuburnya dan melihat dari jauh.
Maka, dia menangis dengan suatu tangisan yang cukup lama. Lalu dia merintih: “Aduhai tubuhku yang miskin, wahai kekasihku. Ingatlah akan hari kehidupanmu. Rumah ini adalah rumah segala, bala bencana, rumah yang sempit, rumah kesusahan dan penyesalan.”

Selepas lewat lima hari roh berkata: “Wahai Tuhanku, perkenankanlah aku untuk melihat
tubuhku.” Maka, Allah memperkenankannya. Lalu, dia datang ke kuburnya dan melihat dari jauh. Dan mengalirlah dari lubang hidung dan mulutnya air nanah. Firman Allah bermaksud: “Mereka tidak dapat berbicara pada hari roh (Jibril atau ruhul qudus) dan malaikat berdiri dengan berbaris.” (Surah an-Naba’, ayat 38)

Ibnu Abbas berkata : “Jika datang hari raya, Asyura dan Jumaat yang pertama dari Rejab, malam Nisfu Syaaban, Lilatul Qadar dan malam Jumaat, roh mayat semua keluar dari kubur mereka dan berdiri di pintu rumahnya sambil berkata: “Belas kasihanlah kamu semua kepada kami pada malam yang berkat ini dengan sedekah satu suap, sebab kami memberikan sedekah.

“Jika kalian bakhil dengan sedekah, dan kamu sekalian tidak mahu memberikannya, maka hendaklah kalian mengingat kami dengan bacaan surah al-Fatihah pada malam yang penuh keberkatan ini.“Adakah seorang belas kasihan kepada kami, apakah daripada salah seorang ada yang mengenangkan ratapan kami wahai orang yang menempati rumah kami, wahai orang yang menikmati wanita (isteri kami), wahai orang yang berdiri memperluas mahligai kami, yang sekarang kami dalam kesempitan kubur kami.“Wahai orang yang membahagi harta benda kami, wahai orang yang mensia-siakan anak yatim kami. “Adakah salah seorang daripada kamu sekalian ada yang mengenang perantauan kami?

“Buku amal kami dilipat dan kitab amal kalian dibuka. Dan bukanlah bagi mayat yang berada dalam liang kubur melainkan pahalanya. Maka, janganlah kalian melupakan kami dengan sebuku rotimu dan doamu,sebab kami orang yang berhajat kepada kamu sekalian, selama-lamanya.”

Posted by: lloni | 2 Ogos 2012

Meramal Malam Lailatul Qadar?

PESAN JUNJUNGAN BESAR NABI MUHAMMAD (SELAWAT DAN SALAM KEATAS BAGINDA) ADALAH MALAM QADAR BERLAKU PADA SATU MALAM DARIPADA 10 MALAM TERAKHIR (HARI GANJIL) BULAN RAMADHAN.

PETUA OLEH IMAM GHAZALI DAN LAIN-LAIN ULAMA’ UNTUK CARI MENCARI MALAM LAILATUL QADAR

JIKA AWAL RAMADHAN JATUH PADA HARI:

I) AHAD ATAU RABU – MALAM QADAR DIJANGKA BERLAKU PADA MALAM 29 RAMADHAN

II) ISNIN – MALAM QADAR DIJANGKA BERLAKU PADA MALAM 21 RAMADHAN;

III) SELASA ATAU JUMAAT – MALAM QADAR DIJANGKA BERLAKU PADA MALAM 27 RAMADHAN;

IV) KHAMIS- MALAM QADAR DIJANGKA BERLAKU PADA MALAM 25 RAMADHAN;

V) SABTU- MALAM QADAR DIJANGKA BERLAKU PADA MALAM 23 RAMADHAN

Kata Sheikh Abu Hassan bahawa mula dia baligh, dia sentiasa dapat menghidupkan lailatul qadar pada malam yang tepat mengikut petua diatas.

Walau bagaimanapun, janganlah ibadat pada malam ini sahaja, carilah malam qadar pada malam-malam ganjil yang lain juga!!!! Beribadatlah dengan penuh ikhlas.

Tanda malam Qadar banyak antaranya ialah :

1) malam itu tenang, tidak dingin dan tidak panas;
2) siangnya cahaya matahari warnanya pucat;
3) pada malam itu malaikat Jibril akan menyalami orang yang beribadat pada malam itu dan tandanya ialah kita tiba-tiba rasa sangat sayu dan kemudiannya menangis teresak-esak secara tiba-tiba.

MARILAH KITA BERAMAI-RAMAI MEMERIAHKAN SUASANA 10 MALAM TERAKHIR RAMADHAN DENGAN BERIBADAT KEPADA ALLAH SWT DENGAN IKHLAS DAN PENUH KEIMANAN, MUDAH-MUDAHAN KITA DAPAT KURNIAAN ALLAH YANG KELEBIHANNYA PAHALANYA MELEBIHI – 1000 BULAN ATAU 83 TAHUN UMUR KITA.

Posted by: lloni | 2 Ogos 2012

Puasa syariat dan Puasa Rohani

Puasa syariat dan Puasa Rohani

Puasa syariat adalah menahan diri daripada makan, minum dan bersetubuh daripada terbit fajar hinggalah terbenam matahari. Puasa kerohanian selain yang demikian ditambah lagi memelihara pancaindera dan fikiran daripada perkara-perkara yang keji. Ia adalah melepaskan segala yang tidak sesuai, zahir dan batin. Rosak sedikit sahaja niat mengenainya rosaklah puasa rohani. Puasa syariat terikat dengan masa sementara puasa rohani pula berkekalan di dalam kehidupan sementara ini dan kehidupan abadi di akhirat. Inilah puasa yang sebenar.

Nabi s.a.w bersabda, “Ramai orang yang berpuasa tidak mendapat apa-apa daripada puasanya kecuali lapar dan dahaga”. Puasa syariat ada waktu berbuka tetapi puasa rohani berjalan terus walaupun matahari sudah terbenam, walaupun mulut sudah merasakan makanan. Mereka adalah yang menjaga pancaindera dan pemikiran bebas daripada kejahatan dan yang menyakitkan orang lain. Untuk itu Allah telah berjanji, “Puasa adalah amalan untuk-Ku dan Aku yang membalasnya”. Mengenai dua jenis puasa itu Nabi s.a.w bersabda, “Orang yang berpuasa mendapat dua kesukaan. Pertama bila dia berbuka dan kedua bila dia melihat”. Orang yang mengenali zahir agama mengatakan kesukaan yang pertama itu ialah kesukaan ketika berbuka puasa dan ‘kesukaan apabila mereka melihat’ itu ialah melihat anak bulan Syawal menandakan hari raya. Orang yang mengetahui makna batin bagi puasa mengatakan kesukaan berbuka puasa ialah apabila seseorang yang beriman itu masuk syurga dan menikmati balasan di dalamnya, dan kesukaan yang lebih lagi ialah ‘apabila melihat’, yang bermaksud apabila orang yang beriman melihat Allah dengan mata rahsia bagi hati.

Lebih berharga daripada dua jenis puasa itu ialah puasa yang sebenarnya (puasa hakikat), iaitu mengelakkan hati daripada menyembah sesuatu yang lain dari Zat Allah. Ia dilakukan dengan mata hati buta terhadap semua kewujudan, walaupun di dalam alam rahsia di luar daripada alam dunia ini, melainkan kecintaan kepada Allah, kerana walaupun Allah menjadikan segala-galanya untuk manusia, Dia jadikan manusia untuk-Nya, dan Dia berfirman:
“Insan adalah rahsia-Ku dan Aku rahsianya”. Rahsia itu ialah cahaya daripada cahaya Allah Yang Maha Suci. Ia adalah pusat atau jantung hati, dijadikan daripada sejenis jisim yang amat seni. Ia adalah roh yang mengetahui segala rahsia-rahsia yang hak. Ia adalah hubungan rahsia di antara yang dicipta dengan Pencipta. Rahsia itu tidak cenderung dan tidak mencintai sesuatu yang lain daripada Allah.

Tidak ada yang berharga untuk diingini, tiada yang dikasihi di dalam dunia ini dan di akhirat, melainkan Allah. Jika satu zarah sahaja daripada sesuatu memasuki hati selain kecintaan kepada Allah, maka batallah puasa hakikat. Seseorang perlu memperbaharuinya, menghadapkan segala kehendak dan niat kembali kepada kecintaan-Nya, di sini dan di akhirat. Firman Allah, “Puasa adalah untuk-Ku dan hanya Aku yang membalasnya…

Posted by: lloni | 26 Februari 2011

Perihal Tok Nyer



Al-kisahnya.. tok kepada tok kita asalnya drp patani..disebabkan berlaku perang pada masa tu..maka berhijrahlah Tok kpd tok kita itu ke kelantan dan menetap di Kg. Salor. Nama Tok kpd Tok kita itu ialah Hj. Ahmad bin Yaakob. Pada masa itu Hj Nik Ismail seorang guru sohor masa tu di Kota Bharu. Lalu berpergianlah Hj. Ahmad ini ke Kota Bharu untuk mencari guru utk belajar ilmu agama. Asalnya beliau tak kenal pun Hj. Ismail ni lagu mana rupa. Pada ketika dahulu bukan senang nak jadi anak murid dan belajar dgn seseorang guru, bukan calang2lah diterima(seperti dalam cerita kungfu cina). Pada suatu hari pergilah beliau ke rumah Hj. Nik Ismail dan sampai di laman rumah, beliau tak naik berjumpa tetapi sebaliknya pergi cabut rumput. Perbuatan sukarela ini berulang beberapa hari sehingga disedari oleh Hj Nik Ismail dan disapanya Hj. Ahmad ini.. “hey.. budak mu buak gapo di ghumah aku ni?”. Jwb Hj. Ahmad masa tu muda belia lagilah..”ambo maghi nak belajar ugama dgn tok guru”. ” Gi balik..” bersuara Hj. Ismail. dan Hj. Ahmad pun balik salor. Pahtu esok gi lagi. Sehingga last sekali Hj. Ismail suruh Tok kpd Tok ambo ni naik di atah ghumoh, tapi bila sudah naik bukan ajak belajar tapi kena piak dgn rotan dulu. Disebabkan nak berguru HJ. Ahmad ork jugoklah rotan pun rotanlah dulu. Tengok kpd kesungguhan Hj Ahmad ini maka last skali dia diterima belajar. Namun pesan hj. Nik Ismail kpd Hj. Ahmad dia kena duk situ tokleh balik. Maka selepas drp itu maka Tok Nyer ambo pun belajarlah dgn Hj Ismail. Duduk dan makan dirumah Hj Ismail lah. Dalam pada itu Hj Ahmad ini telah disuruh menjadi pengasuh kpd Nik Mahmud (masa tu Nik Mahmud budak kecik lagi).

Kemana Nik Ismail pergi di ajaknya Hj ahmad ikut sekali hatta pergi masuk Istana sekali pun.

Setelah habis (kira khatamlah) berguru dgn Hj. Ismail, Tok Nyer ambo ni pun balik semula ke Kg. Salor jadi To’ imam dan mengajar di Salor pulok.

p/s: Ambo dapat cerita ni drp anak Hj. Ahmad (drp isteri muda) yg dah berusia 70an semasa balik kg. 2 minggu lepas. Beliau tinggal di jalan kelochor KB. sesiapa yg ada cerita atau alkisah yg berkaitan bolehlah maklum kongsi.

Sebenarnya Hj ahmad tok nyer ambo tu ado seorang lagi adik jate namo dia Hj Husein. Dia ni telah tinggalkan segala harta benda termasuk tanah2 yg banyak termasuk ‘tanah bata’ di Jerulong dan diserahjaga oleh Hj Ahmad. Hj Husein ini telah membuka tanah di Pulau Siantan Riau Indonesia. Ramai anak cucu beliau sekarang ada di Tanjung Pinang Riau Indonesia. Salsilah Tok nyer ambo ialah Hj Ahmad bin Yaakob bin Awang Kechik/Awang Ahmad bin ‘Se-tan Patani’ (Sirtan ini mungkin nama gelaran..mungkin Sutan…atau mungkin juga Sultan…ambih masih nyiasat)

p/s: Se-tan juga mungkin nama sejenis pokok

Posted by: lloni | 7 Disember 2010

Sunda Land



This map shows today’s land areas as well as parts of the seas which were once land ( Sunda Land ) .

Malaysia’s lands and seas form the northern part of Sundaland  an amazing geographical region stretching down to Java and across to Sumatra and Borneo. The region was once entirely land, but much of the lower lying central portion was drowned during a major rise in sea level which occurred after the last Ice Age. Thus, the islands and land masses we see today were formed. Malaysia’s seas the Strait of Melaka and the South China Sea  lie on the Sunda Shelf. The depth of water over the Sunda Shelf is very shallow, less than 200 metres. This feature has given rise to unique ecosystems, and has also allowed the geology of the sea bed to be explored. Drowned valleys on the Sunda Shelf reveal that the area was once land, drained by rivers. The valleys often have paired terraces indicating that over time the sea level did not simply rise but fluctuated  rising and falling over the period before the last major inundation. In Malaysia, there is much evidence of these fluctuations, especially from the most recent rise, 5,000 years ago, known as the Holocene transgression . Geological data and coastal formations in Malaysia, such as marine notches, show that the mid – Holocene reached its maximum height around 5,000 years ago when the sea level was 5 metres above its present level.

Apart from physical features, such as drowned river valleys and beach ridges, core samples of rocks and sediments from the west coast of the Peninsula have been analysed. The findings reveal fossilized plant remains, such as pollen of different types of vegetation, from 10 metres under the current sea level to some kilometres inland of today’s coastline where mangrove remains have been identified.

Posted by: lloni | 25 Julai 2010

Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

Keutamaan malam nishfu sya’ban

Dikutip dari buku al-Fawaaidul Mukhtaaroh Diceritakan bahwa Ibnu Abiy as-Shoif al-Yamaniy berkata, “Sesungguhnya bulan Sya’ban adalah bulan sholawat kepada Nabi saw, karena ayat Innallooha wa malaaikatahuu yusholluuna ‘alan Nabiy … diturunkan pada bulan itu. (Ma Dza Fiy Sya’ban?)

Tuanku Kanjeng Syaikh‘Abdul Qadir al-Jailaniy berkata, “Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling mulia setelah Lailatul Qodr.” (Kalaam Habiib ‘Alwiy bin Syahaab)

Konon Sayidina Ali bin Abi Tholib Karromalloohu Wajhah meluangkan waktunya untuk ibadah pada 4 malam dalam setahun, yakni: malam pertama bulan Rojab, malam 2 hari raya, dan malam Nishfu Sya’ban. (Manhajus Sawiy dan Tadzkiirun Nas)

Al-Imam As-Subkiy.rhm berkata, bahwa malam Nishfu Sya’ban menghapus dosa setahun, malam Jum’at menghapus dosa seminggu, dan Lailatul Qodr menghapus dosa seumur hidup.

Diriwayatkan kapadaku bahwa Sahabat Nabi Usamah bin Zaid.ra berkata kepada Nabi SAW, “Ya Rasulullah, aku belum pernah melihat engkau berpuasa di bulan lain lebih banyak dari puasamu di bulan Sya’ban.”

Kata Nabi, “Bulan itu sering dilupakan orang, karena diapit oleh bulan Rajab dan Ramadhan,  padahal pada bulan itu, diangkat amalan-amalan (dan dilaporkan) kepada Tuhan Rabbil Alamin.  Karenanya, aku ingin agar sewaktu amalanku dibawa naik, aku sedang berpuasa.” (HR Ahmad dan Nasai – Sunah Abu Dawud).

Adapun keutamaan bulan Sya’ban lainnya akan lebih jelas lagi dalam hadis-hadis berikut:

Hadis Pertama

Aisyah RA bercerita bahwa pada suatu malam dia kehilangan Rasulullah SAW, ia keluar mencari dan akhirnya menemukan beliau di pekuburan Baqi’, sedang menengadahkan wajahnya ke langit.  Beliau berkata, “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.”  (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

Hadis Kedua

Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,  “Sesungguhnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.”  (HR Ibnu Majah)

Hadis Ketiga

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika malam Nishfu Sya’ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah  turun ke langit dunia dan berkata, ‘Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala’, lalu Aku menyelamatkannya, adakah yang begini (2x), demikian seterusnya hingga terbitnya fajar.”  (HR Ibnu Majah).

Demikianlah keutamaan dan kelebihan malam Nishfu Sya’ban, marilah kita manfaatkan malam yang mulia ini untuk mendekatkan diri dan memohon sebanyak-banyaknya kepada Allah.

Wa min Allah at taufiq hidayah wal inayah, wa bi hurmati Habib wa bi hurmati fatihah!!

Sumber Milist majelisrasulullah@yahoogroups.com,  pengirim “T.Fidriansyah” <t.fidriansyah@gmail.com>

Amalan di Malam Nishfu Sya’ban

Mengenai doa dimalam nisfu sya’ban adalah sunnah Rasul saw, sebagaimana hadits2 berikut :

Sabda Rasulullah saw : “Allah mengawasi dan memandang hamba hamba Nya di malam nisfu sya’ban, lalu mengampuni dosa dosa mereka semuanya kecuali musyrik dan orang yg pemarah pada sesama muslimin” (Shahih Ibn Hibban hadits no.5755)

Berkata Aisyah ra : “disuatu malam aku kehilangan Rasul saw, dan kutemukan beliau saw sedang di pekuburan Baqi’, beliau mengangkat kepalanya kearah langit, seraya bersabda : “Sungguh Allah turun ke langit bumi di malam nisfu sya’ban dan mengampuni dosa dosa hamba Nya sebanyak lebih dari jumlah bulu anjing dan domba” (Musnad Imam Ahmad hadits no.24825)

Berkata Imam Syafii rahimahullah : “Doa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam jumat, malam idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu sya’ban” (Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319).

dengan fatwa ini maka kita memperbanyak doa di malam itu, jelas pula bahwa doa tak bisa dilarang kapanpun dan dimanapun, bila mereka melarang doa maka hendaknya mereka menunjukkan dalilnya?,

Bila mereka meminta riwayat cara berdoa, maka alangkah bodohnya mereka tak memahami caranya doa, karena caranya adalah meminta kepada Allah,

Pelarangan akan hal ini merupakan perbuatan mungkar dan sesat, sebagaimana sabda Rasulullah saw : “sungguh sebesar besarnya dosa muslimin dg muslim lainnya adalah pertanyaan yg membuat hal yg halal dilakukan menjadi haram, karena sebab pertanyaannya” (Shahih Muslim)

Disunnahkan malam itu untuk memperbanyak ibadah dan doa, sebagaimana di Tarim para Guru Guru mulia kita mengajarkan murid muridnya untuk tidak tidur dimalam itu, memperbanyak Alqur’an doa, dll.

Sumber Habib Munzir Al Musawwa

Sanggahan Habib Munzir Al Musawwa tentang Bid’ah-nya nishfu sya’ban

Sebenarnya peringatan seperti apa yang dilakukan pada perayaan tersebut??Puasa, sholat malam, membaca surah yasin 3x beserta doa nisfu sya’ban setelah sholat magrib atau ada yang lainnya……yg paling pokok adalah berdoa, kerana memang ada pendapat para Mufassirin bahwa malam nisfu sya’ban adalah malam ditentukannya banyak takdir kita, walaupun pendapat yg lebih kuat adalah pd malam lailatul qadar,

Namun bukan berarti pendapat yg pertama ini batil, karena diakui oleh para muhadditsin, bisa saja saya cantumkan seluruh fatwa mereka akan malam nisfu sya’ban beserta bahasa arabnya, namun saya kira tak perlulah kita memperpanjang masalah ini pada orang yg dangkal pemahaman syariahnya,

Para ulama kita menyarankan membaca surat Yaasiin 3X, itu pula haram seseorang mengingkarinya, kenapa dilarang?, apa dalilnya seseorang membaca surah Alqur’an?, melarangnya adalah haram secara mutlak,

sebagaimana Imam Masjid Quba yg selalu menyertakan surat AL Ikhlas bila ia menjadi Imam, selalu ia membaca Al Ikhlas di setiap rakaatnya setelah surat ALfatihah, ia membaca alfatihah, lalu al ikhlas, baru surat lainnya, demikian setiap rakaat ia lakukan, dan demikian pada setiap shalatnya,

bukankah ini kebiasaan yg tak diajarkan oleh Rasul saw?, bukankah ini menambah nambahi bacaan dalam shalat?

maka makmumnya berdatangan pada Rasul saw seraya mengadukannya, maka Rasul saw memanggilnya dan bertanya mengapa ia berbuat demikian, dan orang itu menjawab Inniy Uhibbuhaa (aku mencintainya), yaitu ia mencintai surat Al Ikhlas, hingga selalu menggandengkan Al Ikhlas dg Alfatihah dalam setiap rakaat dalam shalatnya

Apa jawaban Rasul saw?, apakah rasul saw berkata : “kenapa engkau buat syariah dan ajaran baru?, kenapa membuat ibadah baru?, apakah ibadah shalat yg kuajarkan belum sempurna???,

Baginda tak mengatakan demikian, malah seraya berkata : Hubbuka iyyahaa adkhalakal Jannah (cintamu pada surat Al Ikhlas itulah yg akan membuatmu masuk sorga). hadits ini dua kali diriwayatkan dalam Shahih Bukhari.

Dan shahih Bukhari adalah kitab hadits yg terkuat dari seluruh kitab hadits lainnya untuk dijadikan dalil, maka jelaslah Rasul saw tak melarang berupa ide ide baru yg datang dari iman, selama tidak merubah syariah yg telah ada, apalagi hal itu merupakan kebaikan,

Dan doa nisfu sya’ban adalah mulia, apa yg diminta?, panjang umur dalam taat pada Allah, diampuni dosa dosa, diwafatkan dalam husnul khatimah,

Salahkah doa seperti ini?, akankah perkumpulan seperti ini dibubarkan dan ditentang?

Mengenai malam pertama bulan rajab Imam Syafii berfatwa bahwa itu adalah mustajab doa pula, sebagaimana malam jumat dan malam nisfu sya’ban, dan Imam syafii bukanlah berfatwa dari hawa nafsunya,

Mengenai risalah yg anda nukil itu maka jawaban saya, jawaban saya diatas telah menjawab seluruh ungkapan itu,

1.  Kami tidak mengajarkan shalat nisfu sya’ban.

2. Sepanjang ucapan nukilan diatas, adakah hadits yg melarang doa di   malam nisfu sya’ban?

Tunjukkan pada saya satu hadits shahih atau dhoif yg melarang doa di malam nisfu sya’ban?

Nisfu Sya’ban tak ada perayaan, siapa pula yg merayakannya?, cuma wahabi saja yg menuduh sebab hati busuknya,

kalau untuk partai mereka sih, ngga pake bid’ah dan musyrik, walau pakai pesta kampanye dan memajang foto fotonya di masjid dan dimana mana, itu sih ngga apa2, juga hari ulang tahun partainya, buat pesta besar2an dg dangdutan segala, itu sih ngga apa2, tapi nisfu sya’ban bid;ah.

Mengenai fatwa Imam syafii tentunya debu di kaki Imam Syafii lebih mulia dari seribu bin baz, karena Imam syafii sudah menjadi Imam sebelum Imam Bukhari lahir, dan ia adalah guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, sedangkan Imam Ahmad bin Hanbal itu hafal 1 juta hadits dg sanad dan matannya,

dan Imam Ahmad bin Hanbal berkata : 20 tahun aku berdoa setiap malam untuk Imam syafii,

dan Imam Syafii adalah Imam besar yg ratusan para Imam mengikuti madzhabnya,

mengenai Imam Ghazali beliau adalah Hujjatul Islam, telah hafal lebih dari 300 ribu hadits dg sanad dan hukum matannya,

berbeda dgn para wahabi yg diakui sebagai imam padahal mereka tak satupun sampai ke derajat Al Hafidh (hafal 100 ribu hadits dg sanad dan hukum matannya), tapi fatwanya menghukumi hadits2 seakan mereka itu para nabi, dan ulama lain adalah bodoh.

naudzubillah, kita berlindung pada Allah semoga Allah tak mengelompokkan kita kelak di akhirat, naudzubillah dari sekelompok dg orang yg mengharamkan doa kepada Allah

Petikan daripada Pondok

Posted by: lloni | 17 Oktober 2009

Atap Singgora

Singhorra on the roof

The earthen oven for making the singhorra roof tiles used in east coast Malay houses sits just about 10m away from Jusoh Hussin’s house in rustic Kampung Pengkalan Baru, Bachok, Kelantan. In the shed beside the oven, Siti Fatimah Awan, 50, one of 10 workers at Jusoh’s backyard, spreads padi husk ashes on a roof tile mould and puts a slab of clay on it before she pushes the clay downwards with her right foot several times. She uses a wire cutter to slice away the excess and removes a 3mm-thick rhomboid-shaped grey clay. She makes 35 pieces an hour and gets around RM20 for working from 7.30am to 1pm.

In Bachok, Kelantan, Jusoh Hussin’s earthen oven bakes grey clay and turns them into lovely terracotta roof tiles. The bricks on top are used to retain the heat when the fire is lit. “I used to accompany my mother here when I was little. Then I started working here myself,” says Siti Fatimah, a widow with 10 children. The clay sheets are then sunned for an hour. The women make a small right angle at the straight end of each of the roof tiles to enable the tiles to hang on strips of wood to form a tiered roof. “Once the number of roof tiles reaches 40,000, we put them into the oven for 10 days. The tiles are stacked up 12 layers from the ground and covered with bricks to retain heat. Then the fire is snuffed out and the clay left to cool for another 10 days,” says Jusoh, 60, one of the rare singhorra roof tile makers left in Malaysia. “My father started the business in 1945 and he had 40 ovens. But by 1977, many roof tile makers folded up because people don’t build Malay houses anymore. I told myself, ‘I will continue making singhorra roof tiles and will not let the tradition die’,” says Jusoh who took over his father’s business in 1965 and now maintains only one oven. Although no one knows when this dying art was first introduced, singhorra roof tiles are believed to originate from the town of Songkhla, in Thailand. The name is derived from its Malay name Singgora (city of lions). This refers to a lion-shaped mountain near the city of Songkhla. The use of singhorra roof tiles and peles (gable ends) fitted to the end of the roof, is of Thai and Cambodian influence and is unique to east coast Malay houses. Since Terengganu, Kelantan and Patani were part of the Langkasuka kingdom from the 2nd to the 16th century, they had Thai and Cambodian influences due to centuries of migration and trade. This century, buyers of the roof tiles are no longer Malay house buyers but hotel and resort owners, says Jusoh. The earthen oven. Jusoh has supplied the roof tiles to Mini Malaysia in Malacca, Aryani Resort in Terengganu, Club Med in Pahang and other hotels. “The clay must be from a swampy salt water area. If the clay is taken from a fresh water site, it will turn white, and not mason brick colour, after baking,” he says. A mountain of clay is stored in the shed. “When the clay arrives here, it is usually rather hard. We have to add water to the clay and step on it to blend it till the different shades of the clay are well mixed,” says Noraini Jusoh, 39, Jusoh’s eldest child, who helps manage the business. “The most challenging part for us in roof tile making is monitoring the fire 24 hours a day in the last five days of baking. We have to take turns to stay awake. We cannot allow the fire to die or become too intense,” she says. Once the clay is baked, it turns into a lovely terracotta shade. Jusoh says that approximately 7,500 roof tiles are used for a small Malay house. He sells 40,000 tiles for RM4,500 and may get up to four times the amount in a month. The money goes mainly towards paying workers and transporting the clay. “The singhorra roof tiles are thin and do not absorb or retain heat while the modern roof tiles are thicker and heavier and absorb heat. You need aluminium sheets to reflect heat from the sun, create a ceiling and install air-condition to create a cool environment,” says Raja Datuk Kamarul Bahrin Shah, 50, of Senibahri Arkitek, one of five personalities identified by DiGi Telecommunications Sdn Bhd for its Amazing Malaysians 2005 corporate social responsibility project. Raja Bahrin was selected for his passion in preserving the Malay traditional architectural heritage that is fast disappearing. In this project, he shares his knowledge of and experience in east coast Malay architecture with the younger generation from rural areas. Thirty students were invited to the roof tile factory and the building site beside Aryani Resort in Merang, Terengganu, where a 97-year-old Rumah Tiang Enam is being restored. “The handmade roof tiles are slightly imperfect and have little gaps between them. When hot air in the building goes up, it moves out through the crevices,” he says, adding that rain water will not enter the house despite the gaps if tiles are angled at 30° at least. Noraini Jusoh, Jusoh Hussin’s eldest daughter, shaping the straight end of the singhorra roof tiles into an angle so that the tiles can be hung on wooden strips. Besides the non-heat retaining roof tiles, building wooden houses on stilts, creating huge windows and small gaps in between strips of wooden flooring help to enhance good air flow. However, due to the scarcity and high cost of cengal and lack of interest among Malaysian developers in building traditional Malay houses, these houses are gradually going extinct. The cost per square foot of singhorra roof tiles and modern roof tiles is similar. Why, then, don’t developers use them in modern building construction? “It’s a chicken-and-egg situation. It’s difficult for developers to get them now while suppliers have difficulty getting enough demand,” says Raja Bahrin. “There is also a lack of understanding about the material,” he says. “Moreover, the roof tiles are fragile and people cannot walk on the roof top. They have to be installed from the inside and that requires more work,” he says, adding that singhorra roof tiles are only suitable for small and medium sized buildings. In July, 80 students witnessed the Tiang Sri ceremony in front of the Aryani Resort, to mark the start of Raja Bahrin and his team’s work in restoring the cengal wood house Rumah Tiang Enam, which was originally from Kampung Belada Selat, Kepong, Terengganu. Later 30 students were chosen to follow up on the project. On site, lead carpenter, Wan Abdullah Wan Ahmad, 53, and another worker, climbed up the tall main wooden structure of the house like they would a coconut tree. A crane lifted the huge roof structure and Wan and another worker guided each of the six frames (tiang) to fit into the six frames of the main building structure. “Some of the wooden materials have rotted and we took extra time to source for original materials. We could have done it sooner if we had bought new material but we didn’t want to do that,” says Jon Eddy, DiGi’s Chief Technology Officer. Soon Jusoh will be delivering his roof tiles for the house, which is expected to be completed in less than a month’s time.

Originally published in The Star on Monday October 3, 2005

Older Posts »

Kategori

Ikut

Get every new post delivered to your Inbox.